Minggu, 25 Agustus 2013

Menunggu Terkabulnya Doa

Muhammad Fendi Leong wrote:

▌│█│║▌║││█║▌║▌║║▌▌▌
© MFL™ Profile limited edition:

ᵐʸ ᶰᵃᵐᵉ ᶤˢ MFL™
M.ESSAGE F.OR L.AST_HOUR

سْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
Bismillahirrohmanirrohim

No partner hath He: This am I commanded,
and I am the first of those who bow (in total submission) to His will.
[ QS.6 Al An'am: 163 ]


MEYAKINI JANJI ALLAH

"MINTALAH (BERHARAP) kepada-Ku, maka Aku PASTI akan MENGABULKAN PERMINTAAN (HARAPAN)mu." [QS. Al Mukmin: 60]


Sahabatku,

Seorang hamba yang beriman (Muslim) harus MEYAKINI bahwa SETIAP PERMINTAAN dan DO'A yang DIMINTA dan DIPANJATKAN kepada Tuhannya, PASTI akan DIJAWAB dan DIKABULKAN oleh-Nya. DIKABULKANNYA DO'A setiap hamba yang MEMINTA kepadaNya itu MERUPAKAN JANJI Tuhan kepada hamba-Nya.

Allah berfirman:
"Jika hambaKu MEMINTA kepadaKu, maka Aku SANGAT DEKAT kepada-Nya. Aku akan MENJAWAB segala PERMINTAAN hambaKu kepada-Ku" [ QS.2 Al Baqarah: 286 ]

Dalam ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa Allah telah MEMBERIKAN JAMINAN bahwa DIA PASTI akan MENJAWAB serta MENGABULKAN segala PERMINTAAN hambaNya.

Namun...

Kadangkala, Mengapa seaeorang itu selalu berdo'a sampai berulang kali tetapi apa yang diinginkan (diharapkan)nya dalam permintaan (Do'a) tersebut 'TIDAK' (BELUM) didapatkannya juga?

KEADAAN demikian JANGANLAH sampai membuat seorang hamba yang beriman BERPUTUS ASA atas 'Jawaban' Allah, karena SEBENARNYA Allah TETAP MENJAWAB permintaan hambaNya itu, hanya saja sang hamba TIDAK MENGETAHUI apakah 'BENTUK' jawabanNya dan 'WAKTU' pemberian-pengabulan (Do'a) Jawaban tersebut.

Itu semua TERSERAH kepada Allah, sebab Allah yang LEBIH MENGETAHUI dengan ILMU-Nya yang LUAS, Apakah sesuatu itu BAIK bagi orang tersebut , ataukah PERMINTAAN itu mungkin DIGANTIKAN dengan 'SESUATU' yang LEBIH BAIK atau DITANGGUHKAN pada WAKTU yang LEBIH SESUAI dan lain sebagainya.

Dalam sebuah hadits dari sahabat nabi,
Anas bin Malik menyatakan bahwa:

Tiada seseorang itu BERDO'A melainkan PASTI DITERIMA oleh Allah DO'A (Permohonan- Harapan) tersebut, atau PERMINTAAN itu DIGANTIKAN dengan TERHINDARNYA orang itu dari TERKENA suatu BAHAYA atau DO'A itu DIBALAS dengan PENGAMPUNAN sebagian DOSA-DOSANYA, selama orang itu TIDAK BERDO'A untuk sesuatu yang BERDOSA atau untuk MEMUTUSKAN 'HUBUNGAN' Silaturahmi.

Dari hadits diatas, dapat kita simpulkan bahwa SETIAP PERMINTAAN (Do'a- Harapan) seorang hamba PASTI DIJAWAB oleh Allah, hanya saja manusia TIDAK MENGETAHUI apakah JAWABAN itu berupa DOSA yang DIAMPUNKAN, atau TERHINDAR dari BAHAYA atau KEBAIKAN untuk masa yang akan datang, atau DIGANTIKAN dengan KEBAIKAN yang lain.

Hal ini dilakukan Allah terhadap PERMINTAAN - HARAPAN (Do'a) karena Allah LEBIH MENGETAHUI apa yang sebenarnya DIPERLUKAN si hamba dan DIA Al Hakam, Lebih BIJAKSANA dalam MENENTUKAN apa yang akan DIBERIKAN, dan si hamba harus YAKIN bahwa APA SAJA PEMBERIAN dari Allah berupa TERKABULNYA sebuah DO'A(Harapan) itu adalah yang TERBAIK dan merupakan KEBAIKAN bagi dirinya.

Dalam Al Qur'an Allah berfirman:

"Dan kadangkala sesuatu yang kamu BENCI (menurut pendapat (nafsu)-mu) itu ternyata itulah (menurut ilmu Allah) yang LEBIH BAIK bagimu, dan kadangkala sesuatu yang kamu SUKAI itu ternyata menurut Allah sesuatu yang TIDAK BAIK untukmu.

Allah LEBIH MENGETAHUI (tentang segala kebutuhan-keperluanmu) sedangkan kamu (bahkan dirimu sendiri) TIDAK MENGETAHUI (MENYADARI)-Nya."

[ QS.2 Al Baqarah: 216 ]


RAsulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

BERDOA itu adalah merupakan INTI IBADAH. [HR Ahmad]

"MINTALAH PEMBERIAN dari Allah, dan Allah SANGAT SUKA jika ada seorang hamba yang SELALU MINTA (Berdoa) kepada-Nya, dan SEBAIK-BAIK IBADAH adalah MENUNGGU TERKABULNYA suatu DOA (permohonan-harapan)." [HR Tirmidzi]


"MINTALAH, dan kamu harus (wajib) YAKIN dengan JAWABAN Allah kepadamu, dan KETAHUILAH bahwa Allah TIDAK akan MENJAWAB DO'a dari HATI yang LALAI." [HR.Tirmidzi]


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Dan KEWAJIBAN bagi KAMI untuk MENOLONG orang yang BERIMAN." [QS.30 Ar Rum: 47]


Namun ketahuilah sahabatku,
bahwa TERKABULNYA sebuah DO'A tersebut memerlukan PROSES dan WAKTU. Menjalani Proses dan memerlukan ketetapan Waktu itu merupakan SUNATULLAH dalam KEHIDUPAN sebagaimana telah dinyatakan dalam Al-Quran:

"PERTOLONGAN Allah itu PASTI datang,
tetapi JANGANLAH kamu TERGESA-GESA (Tidak SABAR untuk MENDAPATKANNYA)." [ QS.30 Ar Rum: 1 ]


Oleh sebab itu kita dapat melihat dalam SEJARAH NABI MUHAMMAD Shalallahu alaihi wasallam,

KEMENANGAN tidak langsung dapat diraih,
KEMENANGAN memerlukan PERJUANGAN, PENGORBANAN serta KESABARAN dalam PENDERITAAN, walaupun dalam kehidupan para rasul-rasul utusan-Nya, terkadang ada peristiwa (mukjizat) yang dapat merubah keadaan dalam sekejap mata.

Dalam PERJUANGAN, Nabi dan para sahabat harus terus BERDO'A, BERJUANG dan BERKORBAN serta BERSABAR dalam PENDERITAAN dan KEIMANAN.

SEJAK di MAKKAH, Rasulullah BERJUANG dan BERKORBAN demi MENEGAKKAN KEBENARAN. Beliau DIHINA, DICACI oleh orang-orang yang tidak beriman selama 13 tahun bahkan DIUSIR, dan baru pada tahun ke-2 Hijrah ( Setelah 15 tahun dari pelantikan menjadi rasul) barulah KEMENANGAN PERTAMA diperoleh Nabi dalam Perang Badar, dan selanjutnya setelah 21 tahun BERJUANG dengan PERJUANGAN menghadapi PEPERANGAN puluhan kali barulah Allah MEMBERIKAN KEMENANGAN yang SEBENARNYA kepada Nabi dengan PENAKLUKAN Kota MAKKAH di tahun 8 Hijrah.


PERTANYAANNYA...

MENGAPA BUTUH WAKTU BEGITU LAMA (BARU) ALLAH MEMBERIKAN KEMENANGAN SEBAGAIMANA YANG TELAH DIJANJIKAN-NYA ..?

Sebab....

Allah ingin MENGUJI sahabat nabi dalam KEIMANAN, KETEGUHAN, dalam PERJUANGAN, KETABAHAN dalam menghadapi PENDERITAAN, sehingga setelah mereka TERUJI dan LURUS dari LATIHAN KEHIDUPAN tersebut, barulah Allah BERIKAN KEMENANGAN kepada mereka.

Oleh sebab itu,....

Dengan TIDAK (BELUM) DATANGNYA JANJI Allah dalam PERMINTAAN dan DO'a kita, SEBENARNYA merupakan UJIAN ALLAH atas KEIMANAN (KEYAKINAN) kita kepada-Nya. Juga merupakan UJIAN atas KEGIGIHAN, KESUNGGUHAN serta KESABARAN kita dalam MENGHADAPI segala PROBLEMATIKA KEHIDUPAN, sehingga JIWA kita TANGGUH dan SIAP untuk mendapatkan KEMENANGAN yang akan DIBERIKAN KELAK.


Ibnu Atailah menyatakan dalam Al Hikam:

"JANGAN sampai kamu RAGU terhadap JANJI Allah hanya DISEBABKAN BELUM TERKABULNYA apa yang DIJANJIKAN tersebut, meskipun MENURUTMU sudah SAATNYA JANJI itu untuk DIKABULKAN Tuhan. Jika ada KEGELISAHAN dan KEBIMBANGAN terkabulnya JANJI itu juga, JANGAN SAMPAI dapat MERUSAK PANDANGAN HATI (KEYAKINAN)-mu terhadap KEKUASAAN Allah dan JANGAN SAMPAI dapat MEMADAMKAN CAHAYA HATI dalam MEYAKINI KEBESARAN Allah."


Allah berfirman:

"Tuhanmu itulah yang menjadikan segala sesuatu, dan DIA yang MEMILIH apa saja yang DIKEHENDAKI-Nya dan TIDAK ADA HAK bagi mereka ( hamba-hamba-Nya) untuk MEMILIH apa yang akan DIJADIKAN itu." [ QS. Al Qashash: 68 ]


Dan BERSABARLAH dalam MENUNGGU KETETAPAN Tuhanmu, maka SESUNGGUHNYA kamu berada dalam PENGLIHATAN (PENGAWASAN) Kami, dan BERTASBIHLAH dengan MEMUJI Tuhanmu ketika kamu 'BANGUN' berdiri. [ QS.52 At Tur: 48 ]

"Dan DEMIKIAN itulah yang DIPERINTAHKAN kepadaku."
[ QS.6 Al An'am: 163 ]


SubhanAllah wa bihamdihi - SubhanAllahil 'adzim
La hawla wa la quwwata illah billahil' aliyil adzim

Fa'tabiru ya Ulil 'albab
La al lakum Turhamun

| The Black Standard | MFL™ | The Perfect Timing |

SUBMISSION . PATIENT . SACRIFICE . GRATITUDE
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar